Perangkap Keinginan
Selasa, 29 Juni 2021
-Christor Baginda Simanungkalit-
“Untuk kita bisa mengendalikan, mengamati, mengawasi keserakahan. Manusia harus bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan” – Chante Uttamo
Cerita ini merupakan kisah yang diangkat oleh seorang biksu yang bernama Bhante Uttamo dari Indonesia yang mengilustrasikan hidup manusia seperti jari tenggah...
Tapi, tunggu sebentar...
Bukan berarti jari tenggah disini berarti menunjukkan sesuatu tanda yang buruk seperti yang kita ketahui...
Ilustrasi ini mengisahkan derajat seseorang di dalam dunia yang menjadi tolak ukurnya bisa jabatan, financial/kekuangan, kesuskesan dalam karier atau apapun yang bersifat lebih baik.
Jadi jika ada melihat sebuah jari tenggah dari sudut pandang atau perspektif seperti gambar yang ditengah mungkin kamu akan berpikir bahwa jari tenggah berada pada posisi yang paling tinggi (Top Level), lebih tinggi dari level jari manis dan jari kelingking
Sekarang, cobalah untuk melihatnya dari sudut pandang/perspektif yang lain…
Sekarang coba anda lihat pada gambar ke tiga
Mungkin kamu akan berpikir bahwa jari tenggah sekarang berbeda posisi dari gambar yang ke-2, sekarang jari tenggah berada pada posisi yang paling bawah (Bottom Level). Lebih bawah dari pada jari telunjuk dan jari jempol.
Jari tenggah benar-benar mempresentasikan seperti hidup kita saat ini...
Terkadang kita berpikir bahwa kita berada pada Gunung yang paling tinggi lalu kita merasa sombong, arogan dan angkuh menggangap orang lain yang lebih rendah dari posisi kita sebagai lawan yang harus dijauhi...
Lalu di waktu yang lain kita berpikir bahwa kita juga berada pada level point terendah dalam hidup kita, yang mengakibatkan kita mulai berfikir insecure, merasa rendah terhadap pencapaian orang lain dan kesuksesan orang lain diatas kita...
Nahh ketika hal ini muncul, mulailah untuk mengucap syukur and tetap rendah hati. Jadikan ini sebagai muhasabah bagi diri anda. Yakni ketika anda bertemu, berhadapan, berbicara, bercengkrama, bekerja dan sebagainya dengan orang yang posisinya levelnya lebih rendah atau miskin dari pada anda...
Serta sebaliknya jika anda melihat orang yang berada levelnya diatas anda, buatlah mereka jadi inspirasi dan motivasi untuk meraih kesuksesan seperti yang dia miliki, belajar terus dan semakin bekerja keras seperti seseorang yang ingin menaiki gunung butuh usaha, tekad, dan keringat untuk dapat sampai di puncak
Value Lesson
Baik sobat indomobil dari kisah tersebut kita dapat mengambil sebuah pesan value Service Excellent yaitu tetaplah rendah hati dan baik disaat apapun dan kapanpun. Menjadi orang yang baik tidak memiliki syarat. Berusahalah membantu orang lain baik itu istri kita, anak kita, saudara kita atau bahkan rekan kerja kita. Jangan berpikir bahwa dia akan mengambil posisi jabatanmu saat ini tapi berpikirlah yang positif bahwa jika dia bisa lebih baik dari yang sekarang karena ilmu yang anda berikan secara tidak langsung itu menjadi amal dan pahal anda kelak.
Ingat sebuah kalimat yang menyatakan bahwa rezeki tidak akan tertukar dan Tuhan sudah mengaturnya hanya saja waktu yang akan berbicara serta membuktikannya. Dan bagi anda yang saat ini masih berada dibawah jangan takut dan khawatir, yakinlah dengan semangat, usaha serta kerja keras anda pasti akan sukses. Jangan merasa anda lebih bodoh dari pada orang lain, mereka hanya lebih tahu duluan dari pada anda.
Mari kita terus gunakan akal sehat, karena jika kita terus menggunakan akal sehat kita akan selamat karena segalanya tidak Kekal!
Form Activity Report
Time Sheet
Roster
Sharing Knowledge
Improvements
Katalog
Drawings
Download
About
Kontak Admin
Donasi / Sedekah






































Komentar
Posting Komentar